Kamu bahagia, aku juga

Hai, apa kabar?

Selalu pertanyaan itu yang muncul untuk membuka semua pertanyaan lain di belakangnya. Basa-basi. Sebenarnya aku grogi. Tapi rasa grogi itu sudah tertutup dengan sakit hati.

Eh tunggu dulu. Harusnya aku turut senang karena kamu senang.

Apa sih yang lebih membahagiakan ketimbang melihatmu senang?

Kita sama-sama senang! Aku senang karena kamu. Kamu senang karena aku.

Ya. Normalnya seperti itu. Tetapi kita harus selalu siap dengan perputaran dan kejanggalan kan?

Oke. Aku turut senang.

Untukmu.

Semoga dia yang memang terbaik. Dan dapat menjadi semangatmu untuk kedepannya.

Doakan untuk kebahagiaanku juga ya!

Eh. Aku sudah cukup bahagia ko. Melihatmu.

Itu cukup.

Selamat berbahagia ya.

Tertanda,

Aku yang berbahagia karena kamu bahagia ๐Ÿ™‚

Efek Domino: Jomblo dan Gagal Move On

as i said before, blog ini akan hidup kembali ๐Ÿ˜€ dan sekarang gw akan memulai dengan cerita gw di hari Sabtu yang cerah ini.

di kampus gw tergabung di salah satu divisi dalam himpunan mahasiswa jurusan gw, sebut aja HIMASIERA. salah satu proker divisi tiap tahunnya adalah mengadakan pelatihan eksternal. seperti namanya, pelatihan eksternal ditujukan untuk pihak di luar pengurus himpunan. menindaklanjuti proker tersebut, divisi gw yang berisikan orang-orang out of the box yang sangat kampret gw sayang menginisiasikan sebuah pelatihan, sebut aja pelatihan move on. yang kita pikir, orang-orang di luar sana dan kita sendiri tentunya sangat butuh pelatihan ini. karena kita tau kalau orang-orang yang terjebak masa lalu alias gagal move on, akan menghambat perkembangan organisasi atau pekerjaannya terlebih menghambat perkembangan karir dirinya sendiri.

20140920_110231move on tentu aja ngga melulu soal pergi dari cinta yang lama dan mencari cinta yang baru. move on bisa aja dari kampus idaman yang lama ke kampus yang kita dapetin, atau move on dari kota yang lama ke kota yang baru, etc etc etc.

20140920_085058tapi yang paling ngehits tentu aja move on di dunia percintaan yaaa hahaha. di pelatihan ini gw belajar banyak tentang urusan move on. sebenernya poinnya bukan di move on, tapi bagaimana kita menghargai diri kita sendiri dan bagaimana kita menyayangi diri kita sendiri. oiya, narasumber pelatihan ini adalah Mbak Agstried Elisabeth Piether, S.Psi., Psikolog -thank you Abed for having a sister like her. TOP bingitsss hihi.

yang paling seru dari pelatihan ini adalah sesi tanya jawab. yaps, peserta pelatihan diminta untuk menuliskan masalah ke-move on-annya pada secarik kertas, tentu aja tanpa identitas, dan peserta yang “beruntung” masalahnya dibacakan dan akan dibahas pada sesi tersebut.

ada satu pertanyaan yang bagi gw sangat menarik, pertanyaan langsung yang disampaikan secara oral oleh peserta. ini mungkin pertanyaan dan masalah umum yang dialami oleh semua orang yaa haha. yaitu, bagaimana sih kita tau kalo si dia itu baiknya sama kita doang atau sama semua orang? ngaku deeeeh, pasti banyak kan yang kasusnya kena php karena kita gatau dia baik ke kita aja atau emang baik sama semua orang ๐Ÿ˜›

jangan pacaran dulu deh kalo hal kayak gini aja kita masih ga tau. itu namanya kita masih belum kenal sama calon pasangan kita. dia baik sama siapa aja kita ngga tau, eh udah mau jadi pacar aja. jawabannya simpel emang, dan baru kepikiran sama gw kalo emang bener kayak gitu. hahaha. ya ampun, selama ini gw ke mana aja siiih. jadi salah banget deh tuh yang buru-buru pacaran tapi masih belum tau si dia emang baik sama semua orang atau cuma baik ke kita doang karena ada rasa. intinya: jangan buru-buru pacaran kalo belum kenal ๐Ÿ˜›

masuk ke bahasan selanjutnya. ini seru banget nih, ngebahas kejombloan seseorang. hahahaha. to be honest, gw salah satu orang yang suka manggil orang dengan sebutan “eh mblo” atau ngatain orang “dasar lu jomblo”.

kita tau kan di jaman sekarang ini jomblo itu ibarat kasta paling kasian di dunia pertemanan kita. emang sih jahat, tapi dunia sosial kita menganut paham seperti itu, walaupun ngga ada pernyataan tertulis dan kadang emang ga ada pernyataan secara verbal, tapi di pertemanan kita semuanya kayak udah tau sama tau. padahal, ngga ada yang salah kan dengan menjadi jomblo? iya iya gw sadar akan hal ini, tapi gw tetep aja manggil orang dengan sebutan tadi di atas. sorry for being nyebelin tingkat dewa ._.v

masih menurut Mbak Agstried nih, kita gausah deh tuh buru-buru punya pacar. pikirin dulu baik-baik, punya pacar itu penting dan mendesak ngga sih buat kita? mungkin di era kekinian, pacaran itu menjadi suatu hal yang penting dan mendesak karena tuntutan dunia sosial kita. tuh, karena tuntutan dunia sosial. kalo kita nurutin tuntutan dunia sosial yang mana ini adalah orang-orang sekitar kita, ga akan deh tuh ada habisnya.

pacaran itu selain harus dipikirin baik-baik penting dan mendesak atau enggak, pikirin juga kita beneran nyaman dan cocok atau engga sama si pasangan kita ini. jangan sampe taunya ga cocok dan nyaman eh akhirnya malah putus. putus tapi udah kepalang ada ikatan emosi. eh jadinya gagal move on. eh terus galau. eh kalo galau jadi ngga bisa bagus kerjanya. eh nilainya jelek. eh lulusnya lama. eh eh eh. eh ternyata gagal move on merusak segalanya.

bisa dibilang sih ya, punya pacar karena terdesak dunia sosial jadi salah satu penyebab orang ngalamin gagal move on ya hahahaha.

jadi kayak efek domino gitu ya haha. jomblo –> terdesak dunia sosial –> punya pacar –> putus –> gagal move on –> galau –> efek buruk berdatangan.

yuk mulai sekarang kita ikhlas kan hati suci kan diri untuk masa depan yang lebih gemilang ๐Ÿ˜›

Organisasi in My Point of View: KUANTITAS ATAU KUALITAS?

Istilah mahasiswa kura-kura atau kuliah rapat kuliah rapat mungkin sudah menjadi istilah yang sering didengar oleh kalangan mahasiswa. Ya, istilah ini diperuntukkan bagi seorang mahasiswa sekaligus organisatoris. Menjadi seorang organisatoris bukanlah hal yang mudah. Selain harus pandai membagi waktu untuk kewajiban utama, mereka juga harus bisa membagi waktu untuk organisasinya.

Bukan hal yang aneh jika melihat satu nama mahasiswa terdapat dalam beberapa organisasi di kampus maupun di luar kampus. Jika ditanya, โ€œtuntutan cvโ€ akan menjadi dalihnya. Ya. Organisasi saat ini tidak hanya dijadikan sebagai media untuk mengasah soft skill bagi mahasiswa, tetapi juga dijadikan untuk menjadi batu loncatan bagi masa depannya.

Tidak salah memang, tetapi sebaiknya kita berpikir lagi untuk bergabung di banyak organisasi. โ€œTuntutan cvโ€ memperlihatkan kuantitas yang dikejar bukan kualitas. It wonโ€™t help you kalau memang kuantitas yang dikejar.

Dalam berorganisasi tentunya memerlukan tanggung jawab besar dalam menjalankan. Banyaknya organisasi bukan menjadi jaminan untuk dapat dilirik oleh perusahaan. Lebih baik bergabung hanya dalam satu organisasi tapi kita dapat menunjukkan konsistensi dan komitmen kita dari pada bergabung di banyak organisasi tetapi kualitas kita dipertanyakan.

so, jadilah mahasiswa kura-kura yang berkualitas ๐Ÿ˜€

 

 

has been published on Majalah KOMUNITAS’s website. May, 8 2014.

link: http://komunitas.fema.ipb.ac.id/?p=46

hello back!

Astaga, ternyata sudah sekian lama ya gw ngga buka blog ini. terakhir post adalah bulan Oktober 2013. OMG, almost one year! ini semua tentunya karena rutinitas semester 5 dan 6 yang sangat kampret dan menghalangi gw untuk ngoprekin blog ini. boong deng, emang gwnya aja ga menyempatkan diri ._.v

tapi selama hampir setaun ini gw ga berenti nulis kok. gw tetep nulis sesekali di blog majalah fakultas gw, tetep nulis tugas-tugas gw buat dibaca asprak dan dosen, dan yang terpenting selama hampir setaun ini gw udah bikin tulisan panjaaaaaaang banget buat masa depan gw. yaps, studi pustaka. jadi sebelum ambil skripsi yang harus dilakukan mahasiswa di jurusan gw adalah menulis studi pustaka. alhasil gw pun syibuk menyusun studi pustaka dan proposal penelitian. sekarang gw sedang menyusun skripsi terkait pemasaran online dan tentu aja tetep terlibat di organisasi kampus dan ngurusin acara. sampe-sampe pernah diginiin sama orang “angkatan 48 (tingkat akhir) masih ngurusin acara?!”

yaaa gitu deeeeeh. tuntutan organisasi emang mengharuskan gw untuk tetep bisa membagi waktu antara kegiatan akademik dan organisasi. so, here i am. siap berjuang untuk masa depan dan almamater ๐Ÿ˜€