cerita tidi

Setelah awal tahun gw terguncang dengan sebuah berita mencengangkan terkait masa depan gw *read: jadwal sidang dimajukan mulai tanggal 7 Januari 2015. Hari kedua ini gw kembali dicengangkan oleh sebuah email yang dikirim jam 01.36 AM oleh seorang teman terbaik di kampus. Dengan subjek “BACA DEH. INI HASIL GUE NGGAK BISA BACA DATA SKRIPSI” yang sangat berhasil membuat gw deg-degan saat itu juga. Sebelumnya dia emang bilang mau ngirim tulisan, entah tulisan ini berjenis apa. Setelah gw download dan gw baca, ….. #kemudianhening

CYMERA_20150102_121834So speechless. Jujur, saat baca itu gw setengah mati nahan ketawa di waktu nggak normal biar nggak dimarahin orang rumah atau penunggu rumah yang lainnya. Tapi sebenernya di balik itu semua ada keharuan dan rasa yang dalam terselip di setiap kata yang tertuang.

Udah mulai penasaran dengan apa isi tulisan itu? Nanti, pada postingan selanjutnya gw akan tuangkan itu semua. Tentu aja atas persetujuan si empunya tulisan. Dengan bermodal wejangan “yaudah ih posting” saat BBM-an dini hari tadi, di postingan selanjutnya tentu aja gw ga akan menyia-nyiakannya :p

Sebelum ke postingan selanjutnya, gw akan bercerita dulu tentang si tokoh yang menjadi judul tulisan ini hihi. Yes, Tiffany Diahnisa. Namanya lucu ya kayak artis Korea hahahaha. Tapi bagi gw, anak ini lebih ngeheits dibanding artis Korea itu. Sebenernya dari awal matrikulasi di IPB gw seharusnya udah kenal anak ini, tapi karena mata gw yang agak ga bisa liat muka banyak orang, jadi lah gw mengenal anak ini di semester 3. Lupa sebenernya apa yang bikin kenal, tapi sebelumnya, anak ini memang terkenal karena otak cemerlangnya. Anggap aja gw kenal dia di semester 3 ya.

Saat itu malam hari ada pembekalan pemilihan mata kuliah minor. Gw hopeless karena minornya ga ada yang gw mau. Di situ gw janjian sama dia untuk milih minor MSP kalau minor yang gw inginkan beneran nggak ada (masih inget ngga ya?). Tapi kebaikan Tuhan masih berpihak pada gw yang ga bisa berenang ini, minor yang gw ingin ternyata ada! Ya minor dari Fakultas Kehutanan. Gw kira gw akan berpisah sama anak ini tapi ternyata dia juga ambil minor yang sama dengan gw. Ini lah awal kedekatan gw dengan dia. Selama kuliah minor ini gw selalu aja sekelompok sama anak ini. Entah ini anugerah atau musibah buat masing-masing di antara kami. Hahahaha. Yang pasti setelah itu, semesta membuat gw ada di satu “atap” dengan manusia yang gw gatau dia itu tidur atau enggak setiap harinya. Puncak kedekatan gw sama dia adalah ketika tangisan gw pecah di malam hari saat nginep di kosannya sehari sebelum acara besar fakultas digelar.

Dari mulai organisasi mahasiswa tingkat departemen, sampai organisasi kerja tingkat fakultas, gw sudah mulai terbiasa dengan adanya makhluk ini. Super hits sedunia. Selalu nggak pernah absen rapat walaupun badai menerjang. Selalu selesai ngerjain tugas walaupun di saat yang sama tugas lain sudah ngantre untuk diselesaikan. Sangat rajin nyuruh gw apply magang di Jakarta padahal dia tau jalan di Bogor aja gw nyasar. Sangat rajin ngingetin deadline tugas. Oiya, gw dan dia juga ada di satu “bus” yang sama menuju masa depan. Kebetulan gw dan dia “naik bus” akselerasi jadi sampe tujuannya lebih cepet 1 semester. Dia juga yang sangat baik hati mau gw tanya-tanya masalah “laporan masa depan”. Selalu menjawab dengan sabar setiap pertanyaan gw yang harusnya bisa gw cari sendiri jawabannya di buku biru. Selalu bisa ngebalikin pertanyaan gw yang kadang ada di luar nalar manusia biasa. Selalu bisa mengimbangi obrolan gw yang kadang bertopik A terus berakhir di topik Z. Sampe gw kira dia sama-sama bergolongan darah B kayak gw soalnya selalu lebih aneh dari gw, padahal golongan darahnya O.

Gw dan dia nggak Cuma terlibat dalam hubungan organisasi dan tugas aja, tapi kami berdua terlibat dalam hubungan percintaan. Bukan, bukan gw dan dia pacaran, tapi gw dan dia kadang saling curhat dengan topic percintaan masing-masing. Biasanya kalo udah ga kuat dengan pikiran aneh gw, gw selalu cerita sama dia. Karena dia adalah perempuan paling rasional yang gw kenal dalam urusan cinta. Kalau dikasih nilai, cara dia menyelesaikan masalah cinta itu ada di tingkat sedang cenderung tinggi.

Selain itu dia juga suka nulis. Jelas lah, dulu dia adalah Pimred gw di Majalah KOMUNITAS. Tulisannya udah sering dimuat di media nasional. Tapi yang gw heran, anak ini nggak punya blog. Padahal dia rajin bikin cerpen. Dulu dia pernah cerita ada cerpennya yang berjudul kura-kura kalo ga salah. Isinya apalagi kalo bukan tentang masa lalunya. Tapi gw juga belum baca sih hahaha.

Pokonya dia ini yang gw jadiin patokan untuk “maju”. Maju dalam dunia organisasi, maju dalam dunia akademik, maju dalam dunia tulis menulis, maju dalam pikiran tentang percintaan. Maju dalam segala hal. Tipikal cewe hebat kekinian deh 😀

Sebenernya gw ga mau sih bilang ini, nanti dia GR huh. Tapi gw seneng punya temen kayak Tidi. Terima kasih ya udah menjadi warna sendiri buat gw. Makasih juga udah jadi salah satu yang menginspirasi. Walaupun pertemanan kita sangat aneh, tapi gw sayang sama Tidi hihihi.

CYMERA_20150102_121608Terima kasih Tidi 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s