Kelas Bogor (Part 1)

Halo blog. Gimana kabarnya?

Hari ini gw ikutan kopi darat komunitas blogger Bogor (Blogor) untuk pertama kalinya loh, yeay! Yaa gw belum kedaftar di komunitas tersebut sih saat kopdar ini, tapi kayaknya gw akan bergabung deh setelah ini, soalnya seru punya teman baru lagi. yeaaayyy

IMG-20150110-WA0059Kopi darat ini dibungkus dengan sharing seru bareng Kang Harris Maulana (Harrismaul) dan teman-teman dari Ezy Travel. Kopi darat pertama di tahun 2015 ini dinamakan Kelas Bogor, yang rencananya akan diadakan rutin setiap bulannya dengan tema berbeda. Semoga bisa terealisasikan ya. Aamiin

Tema Kelas Bogor hari ini adalah Travel Blogging. Kelas Bogor kali ini diadakan di Pecel Bu Pardi seberang pusat jajanan Bogor Permai, orang Bogor pasti udah ga asing lagi dengan pusat jajanan Bogor Permai dooong ya.

Nah, narasumber di Kelas Bogor hari ini kece parah, Kang Harrismaul. Teman-teman blogger pasti udah pada tau deh tentang beliau. Buat yang belum tau, bisa langsung aja kunjungi web beliau di harrismaul.com

Hari ini beliau share pengalamannya selama menjadi travel blogger. Kang Harrismaul membagi beberapa tips untuk menjadi seorang Travel Blogger, diantaranya adalah we should find our passion. Passion dalam penulisan blog ya guys. Ada yg menjadi penulis travel adventure, travel photograph, kuliner, dll.

Dalam penulisan blog juga khususnya travel blogger dalam kasus ini, kita sebaiknya punya tagline untuk blog kita, kita juga sebaiknya menggunakan label untuk memisahkan tulisan kita. Kalau Kang Harrismaul sendiri memberi label pada tulisannya berdasarkan provinsi di Indonesia yang pernah beliau kunjungi. Kang Harrismaul juga menyebutkan agar judul tulisan kita menggunakan kata-kata yang paling sering dicari orang, agar saat orang mencari menggunakan mesin mencari misalnya google, link tulisan kita dapat muncul dan menjadi referensi sehingga banyak juga yang mengunjungi blog kita. Oh ya, mempublish link blog kita di media sosial yang kita punya juga jadi salah satu hal yang dapat membantu jumlah pengunjung blog kita loh. Jadi tiap habis nulis, langsung deh kita promo link blog kita di medsos yang kita punya. Hihi.

Daaan, Kang Harrismaul juga membagi tips terkait barang-barang apa saja yang sebaiknya dibawa saat traveling. Untuk kita para blogger, tentunya tulisan tanpa bukti (foto) bagai sayur tanpa garam dong ya, jadi jangan lupa untuk bawa kamera (DSLR, kamera pocket, go pro, smartphone) kamera apa pun untuk mengabadikan tiap moment untuk dishare. Tongsis juga dibawa supaya kita ga bingung gimana ambil gambar kita di sana hihi. Nah, kalo smartphone dipake foto-foto terus, habis dong ya batrenya, bawa deh powerbank, karena ga mungkin kan kita ribet cari colokan di tempat wisata. Oh ya, Kang Harris juga bilang kalau sebaiknya bawa colokan sendiri karena biasanya jenis colokan di tiap tempat itu beda, biasanya sih di luar negeri.

Sharing dengan Kang Harris hari itu ditutup tanya jawab dengan peserta Kelas Bogor saat itu. Salah satu peserta ada yang bertanya

bagaimana sih supaya bisa jalan-jalan gratis?

Nah, ternyata jawabannya adalah yang sudah dishare di atas. Waaaaw. Kang Harrismaul kece parah ya. Bisa jalan-jalan gratis karena tulisan 😀

Sangat menginspirasi. Semoga kita semua bisa mengikuti jejak Kang Harrismaul ya 😀

Advertisements

Musim hujan

So guys, gimana kabarnya? Kabar hati maksudnya :p
Siang tadi Bogor hujan lagi. Kemarin dan kemarinnya juga. Bogor sedang sering mencurahkan kegalauannya dalam bentuk air hujan.
Musim hujan jadi bikin hati yang sudah dingin karena tak berpenghuni makin dingin pasti.
Musim hujan selalu bisa ngebuat pikiran gw jungkir balik ke musim hujan yang lain. Bukan ko, bukan karena di musim hujan lain gw pernah kehujanan pas boncengan sama mantan.
Tapi gw jadi inget sebuah percakapan saat KKP di musim hujan. Percakapan yang masih terngiang-terngiang sampai musim hujan saat ini.
Suatu sore di musim hujan, seperti biasa gw dan teman-teman KKP gw tumpah ruah di kamar. Kamar berukuran kecil yang diisi 5 perempuan dengan karakter yang berbeda. Cukup membuat menjadi hangat saat itu. Seperti biasa, obrolan kami berlima dimulai dengan hal aneh. Kemudian sampai lah pada obrolan musim hujan
“Musim hujan itu romantis tau. Soalnya dulu sering kehujanan naik motor sama mantan. Hahahaha”
Lalu disambut gelak tawa yang lain
“Ih, kata temen aku mah gini. Hati-hati kalau musim hujan. Soalnya banyak kenangan. Eh genangan. Hahahahaha”
Yap. Musim hujan emang selalu sukses memanggil kenangan yang pernah ada. Entah itu kenangan sama mantan atau kenangan sama pacar atau kenangan sama yang ingin dikenang.
Bagi gw sendiri cukup banyak kenangan yang terbangkitkan saat musim hujan. Nggak cuma kenangan dibonceng mantan aja tapi kenangan jadian sama pacar yang sekarang juga dibangkitkan oleh air hujan.
Ah Bogor.
Sebagian besar adegan sinetron hidup gw setting tempatnya di Bogor, dan Bogor lebih sering hujan ketimbang kering. That’s why banyak kenangan muncul saat hujan :’)
Kalau kenangan udah muncul, siap-siap deh cari lagu yang mendukung. Tapi jangan sampe kenangan bikin masa depan luntang-lantung.
Buat gw sih kenangan itu beda tipis sama genangan. Kalo kecipratan sama-sama bikin galau dan mood berantakan :p
Sekali lagi.
Hati-hati kalau musim hujan. Banyak g(k)enangan :p

Sore itu

Sore itu 13 Oktober 2014
Sore itu Bogor kembali diguyur hujan
Sore itu Bogor diselimuti gemuruh
Sore itu Bogor dingin
Sore itu dua orang berdebat lagi
Sore itu dua hati penuh emosi
Sore itu salah satu dari mereka tahu, kebahagian lainnya bukan salah satunya
Sore itu ada hati yang terluka
Sore itu harusnya maaf terucap
Maaf untuk tidak menjadi kebahagiaan yang lainnya cari
Sore itu ucapan terima kasih tak sempat terucap
Terima kasih untuk menjadi kebahagiaan salah satunya selama ini
Sore itu salah satunya melepas lainnya mencari bahagia
Sore itu di dimensi lain
Lainnya hancur
Salah satunya tidak tahu

Kalian

so here it is. tulisan dalam email tidi yang gw sebut di postingan sebelum ini. murni tulisan dia. tanpa rekayasa. tapi gw pengen banget ngehapus bagian gw di sini, gw blur deh minimal hahaha. tapi yaudah lah ya biar aja dunia tau :’)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kalian

Masa hidup gue di kampus udah mau berakhir. Gue nggak akan ketemu lagi yang namanya (terpaksa) bangun pagi buat jagain tempat duduk biar deket duduk sama kalian. Kalian juga nggak akan pusing lagi dengerin ocehan gue gara-gara tugas yang harus cepat selesai. Gue nggak akan lagi pulang dari kampus jam 10 malam gara-gara rapat sana-sini, atau kuliah pengganti yang nggak pernah nggak bikin males. Nggak tau harus gimana. Nggak tau senang atau sedih. flat juga nggak. Permen nano-nano aja kalah sama perasaan gue yang campur aduk.

Oke. gue pertama kali kuliah matrikulasi benar-benar sendiri. teman SMA gue beda jurusan semua, walaupun sama-sama di IPB. Gue masuk kelas planga-plongo karena cari teman. tapi karena emang dasarnya gue orangnya bodo amat, yaudah gue cool aja di kelas itu. Gue nggak peduli duduk dimana, gue nggak peduli sebelah gue siapa, sampai gue juga nggak peduli waktu pemilihan komti kelas. Gue aja nggak tau komti itu apa. Matrikulasi gue berjalan lancar, Walaupun kehidupan gue di asrama nyiksa banget. rasanya pengen pulang terus. Tapi untungnya dulu “yang di sana” bisa nyemangatin terus.

Masuk semester 1, gue masuk kelas S3. masih sama, gue nggak kenal siapapun. gue itu Cuma hafal muka, kalau nama wassalam deh. harus berkali-kali nyebut baru hafal nama, itu juga insya Allah ya. Semester-semester selanjutnya kehidupan gue sebagai yang katanya mahasiswi makin keliatan. Ya sok sibuk gitu deh, berangkat pagi buat kuliah dan pulang malam karena rapat dan kawan-kawannya. Tapi gue nikmatin itu semua. Dari situ gue ketemu sama orang-orang (sableng) ini:

Wenin: Gue pertama kali kenal dia pas di kelas fisika. Orangnya pendiem (dulu ya). Sekarang amit-amit deh. Dia ini paling punya film lengkap, dari yang film anak baik-baik sampai yang tetap baik baik kok hahaha. Omongannya pedes, jago nawar barang kayak emak-emak, riweuh banget. Satu lagi nggak bisa lepas dari Dika (mantannya). Tapi gue doain deh itu jodoh lu wen

Nia: Teman asrama gue di A5. Ini orang paling gue nggak paham. Orang paling nggak inget waktu, paling susah dihubungin padahal nomornya banyak. Datang kuliah selalu telat, alasannya: the one and only TELAT BANGUN GARA-GARA NONTON FILM. Terus yang bikin kesel adalah sering lupa ruang kuliah padahal itu kuliah udah pertemuan kesekian. Oh iya dia dipanggil nenek, gara-gara waktu di asrama sering pake sarung dan nggak bisa lepas dari minyak angin.

Dilla: Hahahaha yang gue paling inget dari orang ini adalah impian dia yang sangat sangat sangat adalah punya pacar, dan akhirnya kesampaian juga. Hamdalah. Dia ini hijabers gitu deh pas semester 3 haha, tapi sekarang udah jadi kayak emak ijah pengen naik haji. Dilla itu moody an, suka goyang-goyang sendiri kalau senang. Gatel sih lebih tepatnya hahaha, jago design, suka nyiumin ketek, dan soulmate banget sama rifa. padahal obrolan mereka sumpah Demi Allah banyakan nggak nyambung (tapi nyambung versi mereka). Mmmmmm soal rifa kita bahas nanti ya.

Rifa: Gue lupa beneran deh kenapa bisa kenal dan dekat sama orang ini. Orang yang paling nyebelin, bahan bully an karena emang dasar dia nya mau di bully, suka tukeran makanan sama molly piaraannya, dan selalu (terpaksa) sabar kalau gue bbm dia cuma buat gangguin. Kalau gue lagi bosen atau mau belajar buat ujian tapi nggak masuk masuk ke otak, dia obat paling mujarab buat gue mood lagi. Tinggal kirim bbm nggak jelas pasti ditanggepin. Eh tapi pernah deh gue dikacangin

Yulita: Cewek Sunda yang suka riweuh sendiri, jago masak, kadang moody. Dia sekarang jadi teman sekosan gue yang tiap hari bernagkat bareng ke kampus. setiap pagi kalau mau berangkat gue pasti teriak “Liiiit”, dan dia akan keluar dengan sendirinya. Hampir tiap hari begitu hahaha

Nina: Miss perfect satu ini selalu bikin suasana menyenangkan. dia paling jarang marah. satu yang nggak akan pernah gue lupa adalah kalau ngomong pasti ada aja kata dalam bahasa inggris yang keluar. Nih ya contohnya: next, so. Dia punya cita-cita dia jadi bupati Bogor dan gue dimanfaatkan jadi wartawan yang harus nulis baik-baik tentang dia. Nina juga miss matching. Kalau kuliah nih dari atas sampai bawah satu warna, orange mania, persija mania. Gue suka pusing kalau liat dia pakai sesuatu yang berwarna orange. Bikin sakit mata. Dia jatuh cinta sama cowok pas kuliah. tapi apa daya tangan tak sampai. Tapi ya Nin selama janur kuning belum melengkung dan selama bendera kuning belum berkibar, gaspol terus hahahaha. Tapi inget kata lu harus realistis juga.

Dwijayanti: Dj nama panggilannya. Kalau gue sih panggilnya Dijeh pake H. Orang paling update di PM BBM, paling sering gue marahin gara-gara kalau lagi belajar fokusnya lebih banyak ke hp. Apalagi kalau bukan buat update. Terus dia galau terus sehabis KKP, ya biasa cinlok di tempat KKP, terus kebawa suasananya sampai di kampus. Jeh Jeh haha. Oh iya orang ini paling nggak akur sama Wenin, Nina, Rifa. mereka tuh semua golongan darah A. Tapi kasian banget dijeh nggak tau golongan darahnya. Semoga suatu saat lu tau golongan darah lu ya jeh.

Nindya: Duh paling males sama orang satu ini. Gue deket sama dia pas semester 3 gara-gara dia sama Adel (tentang Adel baca selanjutnya ya) ngerebut hp gue dan baca isi sms gue sama pacar gue pas SMA-kuliah (sekarang mantan). Dari situ gue tau kalau mereka kampret dan tuyul. Walaupun gitu dia rela gue telepon jam 11 malam cuma buat dengerin gue cerita sambil nangis tapi lebih banyak nangisnya. Rela gue bully, padahal lebih sering gue yang dibully. Banyak yang bilang gue mirip sama dia, ini males tingkat dewa ya. Tapi ya Nin lu harus liat ada satu foto gue yang hampir ngebuat gue percaya kalau kita agak mirip. Itu pas gue perhatiin dengan mendalam, detail, dan penuh khidmat. Tapi gue tetep ogah ah mirip kayak lu. Eh tapi kita punya baju yang sama, pernah foto bareng waktu pakai baju itu. Kita juga sama-sama penggila susu. Duh kenapa sih banyak kesamaan gue sama dia L. Gue sempet berantem sama dia pas KKP gara-gara sesuatu (cuma gue dan dia yang tau). Tapi itu udah lewat sekarang gue punya janji sama dia, kalau kita bakal terus sama-sama. Kurang so sweet apa lagi coba?

Adel: Bos kodok. Gue panggilnya gitu, gara-gara Adel itu gembul haha. Lucu kayak pacarnya boboho. Gue deket sama dia karena ketuyulannya dan dia the best partner di organisasi. Yang gue nggak sangka adalah, waktu itu belum lama deket tapi dia udah mau nemenin gue ke Jakarta ke sebuah kampus buat ketemu sama orang terkampret sepanjang masa dan disana kita berdua zonk banget. Gue sih yang lebih kena zonknya. Dia sabar kalau gue ngechat cuma buat nyampah doang dan dia seketika akan menjadi orang paling bijak. sabar banget dengerin curhatan gue, dan paling up to date buat nyampein berita ke gue. Cita-cita gue sama dia semoga bisa kerja bareng lagi. dia sering kangen sama gue, pas ditanya kangen gara-gara apa, jawabannya: GUE KANGEN NEGBULLY LU, TIKUS. (Yap, tikus adalah sebutan seenaknya dia buat gue. Dalam hal ini nindya si tuyul alay itu juga terlibat. Mereka adalah geng Ciomas).

Citra: Ini dia makhluk paling alay yang pernah gue kenal. Tiap pagi keluar dari rumhanya di Semplak dan setia naik si kadal dengan segala ocehannya soal si kadal (kadal itu sebutan buat angkot Kampus Dalam yang emang lamanya subhanallah banget). Gue deket sama dia semenjak dia sering nginep di kosan gue kalau pas mau turlap KSHE. Dulu gue kaget gara-gara dia tiba-tiba curhat sambil nangis soal kekasih hatinya nun jauh disana, padahal saat itu gue lagi ribet ngurusin buat acara besok pagi. Dia juga yang paling kurang ajar nitip daleman sama tempat makan sampai berhari-hari di kamar kosan gue, dan yang parahnya itu makanan di dalamnya pas dibuka udah busuk. Dia juga orang yang pertama kali main ke rumah gue di Bekasi semenjak gue kuliah. Fyi, dia senang loh keliling Bekasi hahaha. Biar pun dia sompral, dia masih rela dengerin cerita gue dan omongan gue yang kadang nggak nyambung dan cuma bikin kesel, dia juga sering ngebully gue. pernah dia kirim foto mukanya sendiri yang Astagfirullah bikin ngakak dan pengen nonjok rasanya hahaha. Tapi dia yang paling care soal impian gue yang mau punya kantor majalah sendiri.

Emang benar perasaan dan logika harus seimbang. Perasaan gue yang berantakan bisa diisi oleh cewek-cewek di atas tapi buat menghadapi secara logika gue bergantung dari duo berikut ini:

Febri: Dia itu inches gue haha. Gue versi cowok. Dia mau gue ajak ngobrol dari yang penting sampai nggak penting terus penting lagi terus nggak penting lagi. Bijak, terbuka, sunda pisan, kalau ngomong alisnya pasti ikutan naik, terus ngomongnya kayak orang sesak napas haha. Gue deket sama si perut buncit ini pas sekelompok minor dan emang selalu sekelompok. tapi pernah ada satu mata kuliah minor yang gue nggak sekelompok sama dia dan imam. Karena mereka paket lengkap nggak bisa dipisah. Dia itu suka tidur pagi, kalau malam dia keliaran. Tau deh ngapain. Cari mangsa kayaknya haha. Dia yang rela jemput gue di Stasiun Bogor jam 12 malam pas gue pulang dari magang, padahal pas itu hujan gede banget. Dia juga yang rela malem-malem nganterin obat ke kosan gue pas gue sakit sampai susah bangun, dan terakhir dia juga yang sedikit-sedikit ngebuat gue belajar realistis. Satu yang nggak bisa gue lupain adalah setiap pergi sama dia pasti keujanan. Apes banget

Imam: Cowok satu ini gue kenal pas semester 3 karena sekelompok minor. Gue yang sebelumnya nggak pernah mau deket sama cowok karena ngehargain “orang yang disana”, jadi berbalik mau cerita banyak hal ke dia. Pendiem, bisa jadi leader, bijak, jutek itulah imam. Kata orang dia juga galak. Gue sampai sekarang juga masih bingung kenapa dulu pas curhat bisa nangis di depan dia sama Febri, padahal kita nggak pernah banyak ngobrol sebelumnya. Dari situ kayaknya gue mulai deket sama dua makhluk itu. Dia orang yang pertama kali berani bilang gue “bego nangisin cowok”. Dia juga yang dulu rela dengerin curhatan gue. tapi gue jarang sompral ke orang ini haha habis nggak tega kalau liat dia marah. Akhir-akhir masa kuliah gue diisi dan ditutup dengan orang satu ini, dia juga yang ngajarin gue buat tau prioritas dan realistis.

Merasa bersyukur banget ketemu sama mereka, karena gue yang kayak gini bisa mereka terima haha (semoga diterima). Mereka yang ngebuat gue ngubah pandangan masa SMA adalah masa yang paling indah. Karena masa kuliah gue lebih berharga dari masa-masa sebelumnya. Gue belajar banyak dari mereka. Gue belajar dewasa dari mereka, mereka yang nggak pernah dibuat-buat di depan gue. Terima kasih buat keceriaannya, sedihnya, senangnya, terharunya, deg-deg annya, kegilaannya, marahnya, datang dan perginya, senyumnya, nangisnya, dan segalanya. kesibukan dan jarak yang bakal kita alami nanti setelah lulus kuliah bukan penghalang buat menjaga hubungan. Kalau kata Adel “walaupun kita jauh, tapi tetap saling menjaga dengan doa”. Love you all ♥

 

Tiffany Diahnisa

cerita tidi

Setelah awal tahun gw terguncang dengan sebuah berita mencengangkan terkait masa depan gw *read: jadwal sidang dimajukan mulai tanggal 7 Januari 2015. Hari kedua ini gw kembali dicengangkan oleh sebuah email yang dikirim jam 01.36 AM oleh seorang teman terbaik di kampus. Dengan subjek “BACA DEH. INI HASIL GUE NGGAK BISA BACA DATA SKRIPSI” yang sangat berhasil membuat gw deg-degan saat itu juga. Sebelumnya dia emang bilang mau ngirim tulisan, entah tulisan ini berjenis apa. Setelah gw download dan gw baca, ….. #kemudianhening

CYMERA_20150102_121834So speechless. Jujur, saat baca itu gw setengah mati nahan ketawa di waktu nggak normal biar nggak dimarahin orang rumah atau penunggu rumah yang lainnya. Tapi sebenernya di balik itu semua ada keharuan dan rasa yang dalam terselip di setiap kata yang tertuang.

Udah mulai penasaran dengan apa isi tulisan itu? Nanti, pada postingan selanjutnya gw akan tuangkan itu semua. Tentu aja atas persetujuan si empunya tulisan. Dengan bermodal wejangan “yaudah ih posting” saat BBM-an dini hari tadi, di postingan selanjutnya tentu aja gw ga akan menyia-nyiakannya :p

Sebelum ke postingan selanjutnya, gw akan bercerita dulu tentang si tokoh yang menjadi judul tulisan ini hihi. Yes, Tiffany Diahnisa. Namanya lucu ya kayak artis Korea hahahaha. Tapi bagi gw, anak ini lebih ngeheits dibanding artis Korea itu. Sebenernya dari awal matrikulasi di IPB gw seharusnya udah kenal anak ini, tapi karena mata gw yang agak ga bisa liat muka banyak orang, jadi lah gw mengenal anak ini di semester 3. Lupa sebenernya apa yang bikin kenal, tapi sebelumnya, anak ini memang terkenal karena otak cemerlangnya. Anggap aja gw kenal dia di semester 3 ya.

Saat itu malam hari ada pembekalan pemilihan mata kuliah minor. Gw hopeless karena minornya ga ada yang gw mau. Di situ gw janjian sama dia untuk milih minor MSP kalau minor yang gw inginkan beneran nggak ada (masih inget ngga ya?). Tapi kebaikan Tuhan masih berpihak pada gw yang ga bisa berenang ini, minor yang gw ingin ternyata ada! Ya minor dari Fakultas Kehutanan. Gw kira gw akan berpisah sama anak ini tapi ternyata dia juga ambil minor yang sama dengan gw. Ini lah awal kedekatan gw dengan dia. Selama kuliah minor ini gw selalu aja sekelompok sama anak ini. Entah ini anugerah atau musibah buat masing-masing di antara kami. Hahahaha. Yang pasti setelah itu, semesta membuat gw ada di satu “atap” dengan manusia yang gw gatau dia itu tidur atau enggak setiap harinya. Puncak kedekatan gw sama dia adalah ketika tangisan gw pecah di malam hari saat nginep di kosannya sehari sebelum acara besar fakultas digelar.

Dari mulai organisasi mahasiswa tingkat departemen, sampai organisasi kerja tingkat fakultas, gw sudah mulai terbiasa dengan adanya makhluk ini. Super hits sedunia. Selalu nggak pernah absen rapat walaupun badai menerjang. Selalu selesai ngerjain tugas walaupun di saat yang sama tugas lain sudah ngantre untuk diselesaikan. Sangat rajin nyuruh gw apply magang di Jakarta padahal dia tau jalan di Bogor aja gw nyasar. Sangat rajin ngingetin deadline tugas. Oiya, gw dan dia juga ada di satu “bus” yang sama menuju masa depan. Kebetulan gw dan dia “naik bus” akselerasi jadi sampe tujuannya lebih cepet 1 semester. Dia juga yang sangat baik hati mau gw tanya-tanya masalah “laporan masa depan”. Selalu menjawab dengan sabar setiap pertanyaan gw yang harusnya bisa gw cari sendiri jawabannya di buku biru. Selalu bisa ngebalikin pertanyaan gw yang kadang ada di luar nalar manusia biasa. Selalu bisa mengimbangi obrolan gw yang kadang bertopik A terus berakhir di topik Z. Sampe gw kira dia sama-sama bergolongan darah B kayak gw soalnya selalu lebih aneh dari gw, padahal golongan darahnya O.

Gw dan dia nggak Cuma terlibat dalam hubungan organisasi dan tugas aja, tapi kami berdua terlibat dalam hubungan percintaan. Bukan, bukan gw dan dia pacaran, tapi gw dan dia kadang saling curhat dengan topic percintaan masing-masing. Biasanya kalo udah ga kuat dengan pikiran aneh gw, gw selalu cerita sama dia. Karena dia adalah perempuan paling rasional yang gw kenal dalam urusan cinta. Kalau dikasih nilai, cara dia menyelesaikan masalah cinta itu ada di tingkat sedang cenderung tinggi.

Selain itu dia juga suka nulis. Jelas lah, dulu dia adalah Pimred gw di Majalah KOMUNITAS. Tulisannya udah sering dimuat di media nasional. Tapi yang gw heran, anak ini nggak punya blog. Padahal dia rajin bikin cerpen. Dulu dia pernah cerita ada cerpennya yang berjudul kura-kura kalo ga salah. Isinya apalagi kalo bukan tentang masa lalunya. Tapi gw juga belum baca sih hahaha.

Pokonya dia ini yang gw jadiin patokan untuk “maju”. Maju dalam dunia organisasi, maju dalam dunia akademik, maju dalam dunia tulis menulis, maju dalam pikiran tentang percintaan. Maju dalam segala hal. Tipikal cewe hebat kekinian deh 😀

Sebenernya gw ga mau sih bilang ini, nanti dia GR huh. Tapi gw seneng punya temen kayak Tidi. Terima kasih ya udah menjadi warna sendiri buat gw. Makasih juga udah jadi salah satu yang menginspirasi. Walaupun pertemanan kita sangat aneh, tapi gw sayang sama Tidi hihihi.

CYMERA_20150102_121608Terima kasih Tidi 😀